'ATIRIL 2
Untuk play audio online silahkan hidupkan sambungan internet anda
♥.♥.♥
Ya Allah Berikanlah Wewangian pada Qubur Nabi
Shollallohu’alayhi wa sallam yang mulia, dengan Sholawat dan Salam
Sejahtera yang Mewangi..
♥.♥.♥
Setelah itu aku berkata: Dia adalah junjungan kita, Nabi Muhammad bin Abdullah bin Abdil Muththalib.
Namanya (nama Abdul Muthalib) adalah Syaibatul Hamdi, dan
perilaku-perilakunya yang luhur itu terpuji. Ia putra Hasyim, yang nama
sebenarnya ‘Amr, putra Abdi Manaf, yang nama sebenarnya Mughirah, yang
keluhuran itu dicitrakan kepadanya karena kemuliaan nasabnya.
Ia putra Qushay, yang nama sebenarnya Mujammi’.
Disebut Qushaiy karena jauhnya (ia pergi) ke negeri Qudha‘ah yang
jauh. Sampai Allah Ta‘ala mengembalikannya ke tanah haram (suci) dan
terhormat, lalu Dia memeliharanya dengan suatu pemeliharaan yang
sesungguhnya.
Ia putra Kilab, nama sebenarnya Hakim, putra Murrah, putra
Ka‘ab, putra Luayy, putra Gholib, putra Fihr, yang nama sebenarnya
Quraisy.
Dan kepadanya dinasabkan semua suku Quraisy. Orang yang di atasnya
adalah dari Kabilah Kinanah, sebagaimana pendapat banyak orang.
Ia (Fihr) adalah putra Malik, putra Nadhr, putra Kinanah, putra
Khuzaimah, putra Mudrikah, putra Ilyas. Dan Ilyas ini adalah orang
pertama yang mengorbankan unta ke tanah haram (BaitulHaram). Dan di
tulang punggungnya, terdengar Nabi SAW menyebut dan memenuhi panggilan
Allah Ta‘ala.
Ia (Ilyas) adalah putra Mudhar bin Nizar bin Ma‘ad bin Adnan.
Inilah kalung yang butiran-butiran mutiaranya terangkai oleh
sunnah yang tinggi. Untuk menyebutkan orang-orang di atasnya (di atas
Adnan) sampai kepada Al-Khalil, Nabi Ibrahim, Syari‘ (yakni Nabi)
menahan dan enggan menyebutnya.
Dan tidak diragukan lagi, menurut orang-orang yang memiliki ilmu
nasab, nasab Adnan sampai kepada Dzabih (orang yang akan disembelih),
yakni Ismail.
Alangkah agungnya nasab itu dari untaian permata yang bintangnya gemerlapan. Bagaimana tidak,
sedangkan tuan yang paling mulia (Nabi Muhammad Shollallahu’alayhi
wasallam) adalah pusatnya yang terpilih. Itulah nasab yang diyakini
ketinggiannya karena kebersihannya.
Bintang Jauza‘ (Aries) telah merangkai bintang-bintangnya.
Alangkah indahnya untaian kesempurnaan dan kemegahan, sedangkan engkau padanya merupakan permata tunggal yang terpelihara.
Alangkah mulianya keturunan yang disucikan oleh Allah Ta‘ala dari perzinaan Jahiliyyah.
Zain Al-Iraqi menuturkan dan meriwayatkannya di dalam karangannya yang bagus.
Tuhan memelihara nenek moyangnya yang mulia (dari perbuatan nista)
karena memuliakan Muhammad, yaitu untuk menjaga namanya. Mereka
meninggalkan perzinaan, maka cacat perzinaan itu tidak menimpa mereka,
dari Adam sampai ayah-ibu beliau. Mereka adalah para pemimpin yang
cahaya kenabian berjalan di garis-garis dahi mereka yang cemerlang. Dan
jelaslah cahayanya (Nabi Muhammad) di dahi datuknya,
Abdul Muththalib, dan anaknya, Abdullah.



