'ATIRIL 13

♥.♥.♥
Ya Allah Berikanlah Wewangian pada Qubur Nabi
Shollallohu’alayhi wa sallam yang mulia, dengan Sholawat dan Salam
Sejahtera yang Mewangi..
♥.♥.♥
Orang yang pertama beriman kepadanya dari kalangan laki-laki
dewasa adalah Abu Bakar, teman di dalam gua dan orang yang
membenarkannya.
Dari kalangan remaja adalah Ali.
Dari kalangan wanita adalah Khadijah, yang telah diteguhkan dan dijaga hatinya oleh Allah.
Dari kalangan bekas budak adalah Zaid bin Haritsah.
Dan dari kalangan hamba sahaya adalah Bilal, yang disiksa Umayah karena ia beriman kepada Allah.
Dan tuannya yang kemudian,yaitu Abu Bakar Ash-Shiddiq, memberinya kenikmatan berupa kebebasan.
Kemudian masuk Islam pulalah Utsman, Sa‘d, Sa‘id, Thalhah, Ibnu Auf (Abdurrahman), dan putra bibinya,Shafiyah.
Dan orang lain yang diberi minum oleh Ash-Shiddiq yang bagaikan jernihnya khamr pembenaran.
Ibadah beliau dan para sahabatnya terus berlangsung tersembunyi.
Sampai diturunkan kepada beliau “Fashda‘ bima tu’mar” (Maka
sampaikanlah olehmu secara terang-terangan apa yang diperintahkan
kepadamu).
Oleh karena itu, beliau terang-terangan menyeru makhluk kepada Allah.
Dan kaumnya tidak menjauhinya sehingga beliau mencela berhala
mereka dan beliau memerintahkan untuk menolak selain Tuhan, Yang Maha
Esa.
Maka mereka berani memusuhi dan menyakiti beliau.
Beratlah cobaan atas muslimin, sehingga mereka pada tahun kelima (dari kenabian) hijrah ke Najasyiyah (Ethiopia).
Namun pamannya, Abu Thalib, sangat menyayanginya. Maka masing-masing orang dari kaum itu takut dan menjaganya.
Diwajibkan atasnya melakukan ibadah di sebagian waktu malam.
Kemudian dinasakh dengan firman-Nya (yang artinya), “Maka bacalah apa
yang mudah (bagimu) dari Al-Quran dan dirikanlah shalat.”
Dan difardhukan atasnya dua rakaat di pagi hari dan dua rakaat di sore hari. Kemudian dinasakh dengan
diwajibkannya shalat lima waktu pada malam Isranya.
Abu Thalib meninggal dunia pada pertengahan bulan Syawwal tahun kesepuluh dari kenabian.
Karena kematiannya itu, makin besarlah musibah itu baginya.
Tiga hari kemudian Khadijah menyusulnya, maka sangat kuatlah cobaan atas kaum muslimin, seperti kencangnya ikat pinggang.
Suku Quraisy menimpakan kepada beliau setiap hal yang menyakitkan.
Lalu beliau pergi ke Thaif, mengajak Tsaqif (Bani Tsaqif), namun
mereka tidak memenuhinya dengan baik. Mereka memanas-manasi
orang-orang bodoh dan hamba sahaya sehingga mereka memakinya dengan
kata-kata kotor. Juga melemparinya dengan batu, sehingga darah menetes
hingga melumuri kedua sandalnya.
Kemudian beliau kembali ke Makkah dengan sedih, lalu malaikat penjaga gunung meminta kepadanya
untuk mengizinkannya menghancurkan penghuninya yang fanatik.
Namun beliau bersabda, “Sesungguhnya aku berharap agar Allah
mengeluarkan dari tulang punggung mereka orang-orang yang mengurusi
agama-Nya.”


